Tentang Neo Energy
Mentransformasi Energi dengan Material Berkelanjutan dan Solusi Baterai EV Masa Depan
Komitmen terhadap keselamatan dan keberlanjutan tidak hanya dibangun di area operasional, tetapi juga melalui edukasi kepada generasi penerus bangsa. Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional 2026, PT TAS menyelenggarakan kegiatan TAS Goes To School di SMA Negeri 1 Bungku Pesisir, Desa Lafeu, pada 7 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkenalkan dunia pertambangan sekaligus menanamkan nilai keselamatan kerja (K3) sejak dini kepada para siswa.
Berdasarkan wawancara dengan Wawan selaku Human Capital Representative Head Office Jakarta yang hadir sebagai perwakilan perusahaan di site, kegiatan ini mengusung semangat edukasi dan inspirasi. “Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa-siswi mengenai apa itu pertambangan, bagaimana prosesnya, serta bagaimana masa depan generasi muda dapat berperan di dalamnya,” jelasnya.
Acara yang menyasar siswa SMA ini menghadirkan tiga pemateri, yaitu Mirnawati sebagai host, Supriadi Sayuti selaku Head Department Engineering, dan Editirza Sanampe dari tim Health, Safety, and Environment (HSE). Materi yang disampaikan meliputi pengenalan siklus hidup pertambangan sebagai proses terintegrasi yang berbasis perencanaan dan operasional produksi, hingga pentingnya pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab demi menciptakan siklus hidup tambang yang berkelanjutan.
Para siswa diajak memahami bahwa industri pertambangan bukan sekadar aktivitas pengambilan sumber daya alam, tetapi sebuah ekosistem yang melibatkan perencanaan matang, teknologi, manajemen risiko, serta komitmen tinggi terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan. Melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif, para pemateri membuka wawasan siswa mengenai berbagai peluang karier di sektor pertambangan, mulai dari teknik, lingkungan, keselamatan kerja, hingga manajemen sumber daya manusia.
Dalam sesi penyampaian materi, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu fokus utama. Wawan menegaskan pentingnya budaya keselamatan yang tidak bisa ditawar dalam industri ini.
“Keselamatan bukan untuk ditawar, karena nyawa bukanlah alat negosiasi. Maka dari itu, tetap fokus dan patuhi setiap prosedur keselamatan, agar kita dapat pulang dengan selamat dan kembali ke pelukan keluarga tercinta,” ujar Wawan.
Pesan tersebut menjadi pengingat kuat bahwa di balik setiap aktivitas operasional, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan setiap individu dapat bekerja dengan aman dan kembali ke keluarga dalam kondisi selamat.
Kegiatan TAS Goes To School juga menjadi wujud kontribusi sosial perusahaan dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar wilayah operasional. Edukasi kepada siswa SMA diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman yang objektif mengenai industri pertambangan, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda untuk berkontribusi di masa depan.
Melalui inisiatif seperti ini, PT TAS menunjukkan bahwa pembangunan industri harus berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia. Dengan memperkenalkan dunia pertambangan secara terbuka, profesional, dan berorientasi pada keselamatan, perusahaan turut berperan dalam mencetak generasi muda yang sadar akan pentingnya K3, berwawasan luas, dan siap menjadi bagian dari masa depan industri yang lebih berkelanjutan.
Referensi: